• 10th May
    2012
  • 10

kemarin malam, maafkan aku. namun sungguh, aku tidak mengatakan dalam arti sesungguhnya. aku hanya berujar dalam konteks gurauan canda. seperti yang kita celotehkan sebelum-sebelumnya.

maafkan aku. aku tau kamu sesungguhnya meretas marah. meski mungkin kamu tidak menyunggingkan dalam perkataanmu. tapi aku tau kamu. ya, aku cukup mengenalmu.

mungkin jika kemarin malam tidak terjadi kesalahpahaman itu, mungkin malam ini kamu disini. disampingku. menemaniku dalam meretas gundah akademik.  aku. aku yang sesungguhnya berharap kamu benar-benar disini.

aku butuh kamu zuigt. aku butuh kamu, setidaknya untuk saat ini.